The Ring
July 11, 2008 by iwibisanaIni bukan membicarakan mengenai film the ring atau the lord of the ring..tapi cincin kawin.
Seperti umumnya pasangan yang hendak menikah, maka cincin sepertinya sesuatu yang wajib ada ketika prosesi pernikahan ( walaupun tidak ada hukum yang mewajibkan ) dam kurang afdol jikalau pernikahan tanpa cincin.
Begitu juga dengan saya, tapi memang saya mendapatkan cincin tersebut secara mendadak esok hari hendak ijab kabul baru malamnya saya pulang bekerja mencari cincin ke toko mas ke mall terdekat itu pun setelah berjibaku dengan kemacetan dan negosiasi dengan polisi yang menangkap saya karena melanggar lampu merah karena terburu-buru.
Maka setelah mencari-cari didapatlah sebuah cincin emas dengan permata tiruan di atasnya…karena memang saya belum mampu membeli cincin platinum dengan permata berlian yang saat ini sedang digemari, itupun saya memang membeli satu tidak sepasang, karena saya memang tidak suka memakai perhiasan dan juga keterbatasan dana..karena saat itu saya bertekad menikah dengan dana sendiri tanpa bantuan dari siapa pun termasuk orang tua.
Entah tidak cocok dengan warna kulit istri saya yang gelap atau memang sudah menjadi kebiasaan dari istri saya, maka cincin itu hampir tidak pernah dipakainya…dia hanya menyimpannya didalam kotak perhiasan dilemari, sudah hampir 5 tahun kami menikah dan saya bisa menghitung dengan jari melihatnya memakai cincin tersebut.
Sekarang cincin itu sudah tidak lagi menjadi milik istri saya…
Karena suatu keperluan yang sangat mendesak, sementara saat itu kami sudah lagi memiliki cadangan dana maka atas kerelaanya dia menjual cincin tersebut……
saya sudah berkali-kali meyakinkan untuk tidak menjualnya, tetapi dia lebih yakin bahwa cinta saya tidak terletak di cincinya itu..
tapi tampaknya kami sudah tidak punya jalan keluar lagi dalam mencari dana, sebelumnya kami sudah dijanjikan oleh seorang sahabat untuk diberi pinjaman, tapi karena suatu hal akhirnya pada hari yang ditentukan ( setelah saya menelpon berkali-kali ) pinjaman itu dibatalkan. Sedih sekali kami saat itu karena kami sudah berharap besar bisa mendapatkan bantuan, tetapi ada hikmah dibalik ini, sejak itu kami bertekad untuk tidak mengecewakan orang yang meminta bantuan, karena kami merasakan betapa sedih ketika sulitnya mendapat bantuan ketika dibutuhkan kami akan mencoba memberi bantuan sebisa mungkin.
kembali ke cincin, malam setelah siang istri saya menjual cincin itu, ia terlihat cukup sedih walaupun pada awalnya tidak ada kesedihan ketika berencana menjualnya..
akhirnya untuk menyenangkan hatinya Saya berjanji untuk dapat memberikan cincin platina bermata berlian untuk orang yang telah mendampingi saya selama 5 tahun..dengan penuh kesabaran dan kelembutan..entah kapan…
” Cinta itu ada di dalam hati ini bukan di sebentuk cincin atau berlian”

