Archive for January, 2008

Pilkada

January 22, 2008

pilkada.jpgSudah berbulan-bulan kami mencurahkan perhatian dan pikiran untuk persiapan dan “Pertempuran” di ajang Pilkada. Pilkada yang merupakan pesta demokrasi untuk mencari pemimpin di salah satu daerah. Jika dahulu pemilihan kepala daerah dilakukan oleh anggota DPRD yang telah di pilih dalam pemilihan umum, maka saat pemilihan kepala daerah dilakukan langsung.

Entah berapa banyak Biaya, waktu dan tenaga dicurahkan untuk ajang ini, kadang saya yang juga ikut dalam proses ini berpikir betapa kegiatan ini sangat menganggu pembangunan suatu daerah. Jika saja semua wakil rakyat yang terpilih dalam proses PEMILU dapat menjaga AMANAH yang telah diberikan oleh para pemilih tentu saja kegiatan PILKADA ini tidak perlu dilakukan. Sayangnya Sebagian Wakil Rakyat tidak lagi memilih pemimpin dengan hati nuraninya tetapi lebih kepada kepentingan perut dan di bawah perut.

Maka masyarakat tidak lagi memberi kepercayaan kepada orang-orang yg telah dipilih untuk menentukan pimpinan mereka ” Kami akan menentukan pimpinan kami sendiri “

Pilkada juga menjadi perang ideologi bagi sebagian masyarakat, entah mereka mengerti atau tidak apa yg ditawarkan oleh pimpinan mereka, sementara sebagian lagi memang telah memeperjuangan ideologi yang mereka yakini dan mempelajarinya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Beruntunglah orang-orang yg seperti ini karena mereka tau apa yang mereka perjuangkan, bukan fanatisme buta kepada pemimpin atau mungkin fanatisme kepada uang. Maka PILKADA menjadi pertarungan bagi kebenaran dan kebaikan melawan kebatilan dan kejahatan. Karena tidak sedikit dari peserta PILKADA yang menghalalkan segala cara untuk bisa menang dalam pertempuran ini, politik uang sudah menjadi peraturan resmi bagi orang-orang culas, tetapi kecurangan yang lebih canggih mungkin akan semakin banya ditemukan dari mengatur proses pilkada, menekan orang-orang yang mengatur proses pilkada dll.

Jika saja semua pemimpin dan wakil rakyat dapat dipercaya begitu banyak uang, tenaga dan pikiran yang dapat dicurahkan untuk membangun suatu daerah, atau jangan-jangan Demokrasi semu ini hanya rencana negara-negara yg telah maju untuk terus menyibukan negara-negara yg baru menyadari ketertinggalan negara mereka.

Tetapi tampaknya kita saat ini belum bisa meninggalkan demokrasi sebagai suatu acara dalam proses pemilihan kepeminpinan, maka nikmatilah semua kebaikan dalam demokrasi ini dan tinggalkan semua keburukan yang ada.

Karena pasti ada hikmah dalam semua peristiwa, dan teruslah memperbaiki proses ini, sehingga kita akan menemukan proses pemilihan pemimpin yang sebenarnya.