Archive for December, 2008

Golput

December 19, 2008

Minggu-minggu ini perbincangan tentang golput menjadi sesuatu yang “Menyenangkan ” setelah Dr Hidayat Nur Wahid ( menyelesaikan S3 di Bidang Ilmu Tauhid di Mekkah ) mengusulkan untuk dipertimbangkan Fatwa haramnya golput.

Teman…saya tidak akan membahas alasan Dr Dayat ( begitu biasa beliau dipanggil ) karena saya yakin dengan ilmunya yang sangat dalam dan juga ketaqwaannya yang jauh jika dibandingakan dengan kita-kita, pasti dia memiliki pemikiran yang jauh kedepan, bukan sepeti alasan beberapa orang yang menuduhnya karena ingin partai yang diusungnya menang.

Teman..saya hanya ingin mengungkapkan pemikiran saya tentang mengapa kita tidak sebaiknya golput.

Tentunya sebagai orang biasa saja ..saya hanya berpikir yang mudah saja….golput hanya akan memberi kesempatan pemimpin yang mudah menipu pemilih untuk maju sebagai pemenang….mengapa ? karena rata-rata orang yang memilih golput adalah orang-orang yang mampu membedakan orang yang mampu menjadi pemimpin dan orang-orang yang hanya ingin kekuasaan belaka.

Dengan memilih orang yg terbaik dari yang terjelek tentu kerusakan yang dibuat akan semakin sedikit. Bayangkan jika orang-orang yang banyak membuat kerusakan sudah berkuasa ? apa yang dapat kita lakukan …mereka akan menggunakan semua kekuasaannya untuk menekan orang-orang yang mengkritik mereka….dari pada akhirnya lebih sulit untuk memperbaiki mengapa kita tidak berusaha dari awal untuk mencegah mereka untuk memimpin…

menumbangkan pemimpin tidak semudah yang kita bayangkan…

Jadi lebih baik mencegah daripada mengobati

Andrie…Perempatan Dago

December 15, 2008

Tadi malam setelah anak-anak dan istri saya terpulas saya masih juga blom bisa memejamkan mata, akhirnya sayapun menyalakan televisi, dan memilih salah satu saluran…beberapa waktu ini saluran favorit kami adalah DAAI Tv dana Elshinta karena banyak memuat tema kemanusiaan dan lingkungan serta sosial.

Malam itu DAAI TV menampilkan cerita mengenai Andrie…seorang pengamen jalanan di persimpangan Dago Bandung. Andrie hanya lulusan SMP kelas 2 , dan hdupnya banyak dihabiskan dijalan…

Setiap hari Andrie mencari penghasilan dengan bernyanyi dipersimpangan dago bersama kira-kira 50 teman pengamennya.

Teman yang menarik kali ini adalah perjuangan Andrie untuk bisa keluar dari jalanan. Ia sangat berharap dapat keluar dari jalanan dengan mencari pekerjaan sebagai penyanyi atau pemusik yang menampilkan bakat dan keterampilannya bukan dijalanan.

Setiap hari ia berlatih di Rumah Musik Hari Roesli untuk terus menambah ketrampilan bermain gitar. Andrie cukup senang karena di RMHR dia bukan saja di ajari untuk bermain gitar tapi juga dikenalkan kepada tata krama dan juga diajarkan bersosialisasi dengan Masyarakat umum, karena andrie cukup sedih dengan cap dari masyarakat bahwa para pengamen adalah sampah masyarakat.

Walupun ada beberapa yg seperti itu tapi tidak semua pengamen dan orang-orang jalanan menjadi sampah masyarakat, mereka hanya berjuang untuk tetap hidup.

Kembali ke perjuangan andrie..saat ini andrie telah memiliki group musik yg sering tampil di club, resotran dan acara-acara lainnya. Sesekali ia tampil untuk amal dengan team RMHR.

Ada yg cukup berkesan bagi saya ….Kelompok andre adalah anak-anak putus sekolah, hanya ada satu orang saja yang saat ini masih sekolah di bangku SMP, dan andrie bersama teman-teman nya terus mensupport temannya yg masih sekolah agar tidak putus ditengah jalan, kadang jika ada permintaan tampil pada saat hari sekolah mereka akan meninggalkan temannya tsb betapa temannya marah sekalipun, Andrie dan teman-teman yg putus sekolah tidak mau temannya merasakan pahitnya di jalan, karena andrie berpendapat kehidupan di jalan bukanlah kehidupan yang baik.

Ia bahkan terus mensupport teman-teman yang masih di jalanan agar bisa keluar dari jalanan secepatnya dan tidak ada lagi adik-adiknya yg harus kejalan hanya untuk mendapatkan makan.

Teman betapa mulia hati seorang Andrie yang hanya seorang pengamen jalanan, ia tidak ingin orang lain merasakan penderitaan yang telah ia jalani dan terus menjaga agar orang lain jatuh ke jalan yg salah.

Hikmah adalah harta seorang muslim dan ia mendapatkannya dari siapa saja.

Buruh…nasibmu

December 12, 2008

mendengar kata “buruh” mungkin kita akan teringat kepada pekerja-pekerja kasar di pabrik-pabrik atau dilapangan, tanpa sadar kita yang bekerja di gedung bertingkat-tingkat di depan computer…dan di penjara di sebuah cubical juga adalah seorang buruh.

lihat saja definisi buruh

Kalau melihat definisi  buruh dalam UU No. 22/ 1957 (Tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan),– Buruh adalah mereka yang bekerja  pada majikan dengan menerima upah (pasal 1(a))–, maupun definisi pekerjaan dalam UU No. 12/ 1948 tentang Undang-Undang Kerja tahun 1948,–  pekerjaan adalah pekerjaan yang dijalankan oleh buruh untuk majikan dalam suatu hubungan kerja dengan menerima upah (pasal 1(a))–, maka PRT seharusnya masuk dalam konteks hukum perburuhan. Begitupun dalam aturan-aturan ketenagakerjaan lainnya, seperti dalam UU No. 14 tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja[5].

jadi gak ada bedanya kan….

tapi saya tidak mau berbicara masalah buruh dan majikan yg kompleks…sekarang, saat ini saya hanya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya dan beberapa teman sebagai buruh…

pengalaman yg kami alami rata-rata sama yaitu mulai merasa bosan dan bermasalah dengan atasan…entahlah..karena kita sebagai buruh yang tidak mengerti atasan atau atasan yang tidak mengerti kita…..bagai telur dan ayam.

ya memang seperti itulah nasib sebagai buruh…untung kalo mendapat atasan yg klik dengan kita..kalo engga ya…ye terima lah…bahwa kantor itu bakalan jadi tempat yg paling ingin kita tinggalkan segera..

jadi…beberapa teman yg akhirnya memutuskan untuk berhenti berkarir menjadi buruh sudah mulai keliatan hasilnya…walaupun tentunya masa-masa sulit telah mereka lewati..sementara kami yang belum memutuskan diri dengan ikatan sebagai buruh…ya masih berada diposisi masih seperti ini..pasrah menerima segala cobaan…

jadi tampaknya saya dan beberapa teman harus terus mengasah diri agar mampu mengakhiri karir sebagai buruh….

Kadang saya berandai-andai…ketika masih muda dulu belum berkeluarga sudah memantapkan diri untuk tidak memposisikan diri sebagai buruh..tentu beban yg harus ditanggung tidak seperti  saat ini sudah berkeluarga dengan beberapa tanggungan

tapi harapan itu selalu ada…maju terus pantang mundur…

sebuah penantian…

Ikatan yang sangat kuat….cinta sejati itu.

December 10, 2008

Tanpa sengaja pada hari libur kemarin, saya dan istri saya menyaksikan sebuah acara infotainment..dalam cerita tersebut di kisahkan seorang vokalis dari sebuah band “berwarna “yang sangat-sangat terkenal saat ini , harus menghadapi tuntutan cerai dari sang istri..hal ini disebabkan kecemburuan sang istri karena sang vokalis tertangkap memberikan hadiah spesial kepada seorang artis wanita lain yang juga sangat terkenal dan masih sangat muda…

Teman…entah mengapa..saya dan istri begitu terkesima melihat berita tersebut….bukan hebohnya berita tersebut..tapi…mengapa mudah sepasang suami istri mengucapkan kata cerai…dan tentu saja mengapa bodohnya seorang lelaki yang beristri memberi hadiah spesial kepada wanita lain tanpa merasa akan berdampak pada keluarga .

Teman…saya sering kali tersenyum dan menitikan air mata ketika melihat wajah istri saya ketika dia terlelap dalam tidurnya….karena saya mengingat bagaimana kasih sayangnya kepada saya, bagaimana lelahnya dia dalam merawat anak-anak kami, bagaimana dia merawat saya ketika saya sakit, melayani saya…memijat saya ketika lelah…selalu menyempatkan membukakan pintu ketika saya pulang malam..menawari makan.

Teman..istri saya hanyalah wanita rumah tangga biasa yang kesehariannya habis untuk merawat anak-anak kami dan juga melayani saya, istri saya bukanlah wanita karir yang pandai dalam urusan bisnis atau bidang tertentu. Istri saya hanya wanita biasa yang kadang waktunya diisi dengan kegiatan sosial kecil-kecilan di sekitar rumah untuk mendapatkan tambahan pahala kebaikan.

Tapi saya merasa saya mendapatkan anugrah dari Allah, karena saya tidak yakin akan mendapatkan apa yang saat ini saya dapatkan dari wanita lain. Saya tidak yakin wanita lain akan menerima segala kekurangan yang begitu banyak yang saya miliki saat ini.

Teman..setiap kali marah saya, lelah saya, hilangnya semangat saya….saya selalu mengingat bagaimana pertama kali kami berjumpa, memutuskan menikah , bagaimana kami melewati tahun pertama pernikahan kami , putri pertama kami, putri kedua….membangun rumah…mengatasi masalah bersama..wajahnya ketika terlelap.

Teman…Apakah memang begitu mudah untuk mengatakan berpisah terhadap orang yang telah lama bersama, berjuang bersama, bahagia, sengsara….jangan pernah untuk mencoba menyakiti orang yang telah bersama kita dengan melalukan perbuatan yang tidak pantas untuk dilakukan…jangan pernah untuk mencoba atau bahkan mendekati.

Ketika tiba saatnya cobaan dan godaan datang…ingatlah selalu orang yang telah memberi begitu banyak kebahagiaan untuk kita…anak-anak yang terus berharap kasih sayang dari kedua orang tuanya…lihat wajah mereka ketika malam telah menenggelamkan semua kesibukan manusia.

Teruslah berdoa agar cinta sejati itu terus ada dihati kita.

Kambing Hitam…upss…Kurban

December 6, 2008

Sebulan sebelum saat berkurban tiba…saya sudah tidak begitu yakin saya dapat memenuhi sunnah yang satu ini…walaupun harapan terus saya tanam dalam hati …begitu banyak kebutuhan yang datang mendadak..sehingga impian saya untuk terus berkurban setiap tahun semakin tipis dan saya simpan dalam hati.
tapi istri saya yang tercintalah yang selalu menjaga harapan saya dari hari ke hari..dan kadang saya melihatnya melakukan shollat dhuha.

seminggu sebelum hari raya kurban harapan itu semakin belum nyata. walaupun ada harapan untuk dapat berkurban pada hari ketiga, tapi itu masih sebuah harapan.

Kadang terasa miris di hati ketika petugas musholla menawarkan apakah saya hendak ikut berkorban di mushola kantor, atau bahkan ketika melihat brosuir kurban tergeletak di meja rak sepatu mushola….saya masih blom berani menyentuh brosur tersebut.

Jumát pagi sebelum berangkat ke kantor seperti biasa saya masuk ke kamar anak-anak untuk sekedar melihat mereka dan merapikan pakaian….tiba-tiba istri saya membisikan khabar yang saya nanti-nanti ……alhamdulillah..hari ini kami mendapat arisan..sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan, karena saya tidak begitu peduli dengan arisan yang diikuti oleh istri saya…bahkan saya tidak pernah tau apakah istri saya ikut atau tidak.

Semakin yakin lah hati ini kepada Janji-janji Allah untuk memudahkan siapa-siapa saja hambanya yang ingin berbuat kebaikan.

Tahun ini saya sebenarnya ingin melakukan kurban di tempat-tinggal saya. tapi niat ini saya batalkan karena entah mengapa saya kadang terbesit bahwa saya ingin melakukan kurban di wilayah rumah hanya agar saya tidak di sebut sebagai warga yg kurang peduli dan tidak disebut warga yang baik . Karena takutnya saya akan apa yang terlintas dan terbesit dalam hati ini maka saya putuskan untuk berkurban melalui yayasan yg akan memberikan hewan kurbannya ke masyarakat yang saya tidak mengenal dan mengetahui tetapi saya yakin mereka membutuhkan daging-daging kurban yang bahkan mungkin tidak bisa mereka rasakan sepanjang tahun ini.

Semoga Allah menerima niat saya dalam berkurban dan saudara-saudara saya nan jauh disana dapat menikmati kebahagiaan walau sehari saja.