Buruh…nasibmu

mendengar kata “buruh” mungkin kita akan teringat kepada pekerja-pekerja kasar di pabrik-pabrik atau dilapangan, tanpa sadar kita yang bekerja di gedung bertingkat-tingkat di depan computer…dan di penjara di sebuah cubical juga adalah seorang buruh.

lihat saja definisi buruh

Kalau melihat definisi  buruh dalam UU No. 22/ 1957 (Tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan),– Buruh adalah mereka yang bekerja  pada majikan dengan menerima upah (pasal 1(a))–, maupun definisi pekerjaan dalam UU No. 12/ 1948 tentang Undang-Undang Kerja tahun 1948,–  pekerjaan adalah pekerjaan yang dijalankan oleh buruh untuk majikan dalam suatu hubungan kerja dengan menerima upah (pasal 1(a))–, maka PRT seharusnya masuk dalam konteks hukum perburuhan. Begitupun dalam aturan-aturan ketenagakerjaan lainnya, seperti dalam UU No. 14 tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja[5].

jadi gak ada bedanya kan….

tapi saya tidak mau berbicara masalah buruh dan majikan yg kompleks…sekarang, saat ini saya hanya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya dan beberapa teman sebagai buruh…

pengalaman yg kami alami rata-rata sama yaitu mulai merasa bosan dan bermasalah dengan atasan…entahlah..karena kita sebagai buruh yang tidak mengerti atasan atau atasan yang tidak mengerti kita…..bagai telur dan ayam.

ya memang seperti itulah nasib sebagai buruh…untung kalo mendapat atasan yg klik dengan kita..kalo engga ya…ye terima lah…bahwa kantor itu bakalan jadi tempat yg paling ingin kita tinggalkan segera..

jadi…beberapa teman yg akhirnya memutuskan untuk berhenti berkarir menjadi buruh sudah mulai keliatan hasilnya…walaupun tentunya masa-masa sulit telah mereka lewati..sementara kami yang belum memutuskan diri dengan ikatan sebagai buruh…ya masih berada diposisi masih seperti ini..pasrah menerima segala cobaan…

jadi tampaknya saya dan beberapa teman harus terus mengasah diri agar mampu mengakhiri karir sebagai buruh….

Kadang saya berandai-andai…ketika masih muda dulu belum berkeluarga sudah memantapkan diri untuk tidak memposisikan diri sebagai buruh..tentu beban yg harus ditanggung tidak seperti  saat ini sudah berkeluarga dengan beberapa tanggungan

tapi harapan itu selalu ada…maju terus pantang mundur…

sebuah penantian…

2 Responses to “Buruh…nasibmu”

  1. sanusi Says:

    Mantap om tetap semangat biar tambah maju yang terpenting berusaha dan doa om

  2. iwibisana Says:

    siap om sanusi….semoga gak lama-lama jadi buruhnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.