Menyambut Ramadhan

Pagi Minggu itu satu hari menjelang Ramadhan, Saya mendapat SMS singkat dari adik dan kakak saya “  Jaka meninggal nanti kita barengan kesana”

innalillahi wa inalillahi ro’jiun.

Baru sabtu kemarin saya mendapat informasi kalo Jaka adik dari kakak ipar saya sedang dirawat di rumah sakit karena memang dia mengidap penyakit TBC akut .

Segera saya kontak kembali adik saya untuk janjian untuk berangkat melayat , karena keluarga yang ikut banyak adik menyarankan menggunakan mobil, tetapi akhirnya dibatalkan karena nanti akan kesulitan parkir”

karena akan dimakamkan jam 10 pagi, jam 9 saya dan istri serta anak-anak tiba disana. Jenazah sedang dimandikan dan saya sempatkan melihat prosesi pemandian Jenazah, tampak tetangga bahu membahu membantu memandikan Jenazah di lorong yang sempit.

Selesai dimandikan Jenazah dikafani..dan saya kembali ikut menyaksikan dari dekat prosesi ini, tampak keluarga Jaka ikut memperhatikan, terakhir sebelum muka Jenazah akan ditutup, Ustadz yang dari tadi memimpin prosesi mempersilahkan keluarga menyampaikan salam terakhir untuk Almarhum…semua menciumi wajah Jaka yang tampak terbaring tenang , saya perhatikan wajahnya seperti orang yang lepas dari semua persoalan dunia.

Tiba giliran anak dan istri Almarhum, sang istri tampaknya tidak sanggup lagi menahan kesedihan dan langsung menangis , sementara anak lelaki almarhum yang masih berusia 2 tahun tampak tidak mengerti, bahwa sang Ayah telah dipanggil oleh sang Pencipta dan tampak kebingungan ketika diminta mencium wajah Sang Ayah untuk terakhir kalinya.

Saya sempat terharu dan mata saya berkaca-kaca ketika menyaksikan prosesi ini..saya membayangkan diri saya berada diposisi yang sama dengan Almarhum…dan orang-orang yang saya cintai mengelilingi saya..untuk menyampaikan salam perpisahan terakhir..sementara anak-anak dan istri saya akan berjuang sendiri menghadapi kerasnya kehidupan.

lintasan dalam pikiran saya…”ingin dikenang sebagai apakah kita kelak,ketika harus meninggalkan orang-orang yang kita cintai”

selesai itu , jenazah dibawah ke masjid terdekat untuk disholatkan..lalu dibawa ke perkuburan keluarga yang berada dibelakang masjid. Makam sudah disiapkan dan Jenazaj diturunkan dan lubang ditutupi dengan tanah..

karena lahan yg sempit ada beberapa orang yang melangkah menginjak kuburan dan jongkok diatas kuburan..padahal Rosulullah sudah mekarang kita untuk duduk diatas kuburan…

-Daripada Abu Hurairah ra berkata, bahawa Rasulullah saw bersabda (bermaksud): ((Sekiranya seseorang kamu duduk di atas bara api yang membakar pakaiannya dan menyentuh dan menghanguskan kulitnya, lebih baik baginya daripada duduk di atas kubur)). (Hadis Hadis riwayat Muslim, Abu Daud, al-Nasa’I, dan Ibn Majah, al-Baihaqi dan Ahmad)

Di siang yang terik itu…semua duduk tersimpuh mendoakan Almarhum…Panas siang itu belum sebanding dengan kelak di padang Masyar ketika semua Jiwa dimintai pertanggung jawabannya…
Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi.

“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, anak yang shalih yang mendo’akannya atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad).

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.